Pemrogaman Web Dinamis – Pertemuan Kedua Format Script PHP

Sintak Dasar PHP

PHP adalah Embedded Script yang hanya menginterpreter script yang terdapat dalam tanda-tanda Escape From HTML. Selain dari dalam tanda-tanda tersebut tidak dianggap sebagai Script PHP. Sintak adalah Tata Bahasa pada bahasa pemrograman. Setiap Operator, Seleksi Kondisi, Pengulangan, dan sebagainya mempunyai Sintak tersendiri.

Ada 4 cara untuk menuliskan script PHP, yaitu:

1. Penggunaan Normal Tags

Normal Tag ini diawali oleh <?php dan diakhiri oleh ?> cara inilah yang akan selalu kita pakai, dan biasakanlah untuk memakainya dalam penulisan script. Dan hampir semua contoh Script pada Tutorial ini menggunakan Normal Tag.

Contoh :

<?php

Echo “Aku yakin pasti bisa PHP,…Yes !!!”;

?>

2. Penggunaan Short Open Tags

Selain dengan Normal Tag, dapat juga dengan menggunakan Short Tag yang diawali oleh <? dan diakhiri oleh ?> Short Tag ini sangat memudahkan bila akan mencetak isi variabel ke layar seperti dalam contoh berikut :

Contoh :

<?=“Aku yakin pasti bisa PHP,…Yes !!!”;?>

Short Tag hanya berfungsi bila s h or t_open _ta g = On pada ph p.in i lihat konfigurasi php.ini

3. Penggunaan <script> Tags

Satu cara lain adalah menggunakan Script Tags seperti pada JavaScript atau Visual Basic. Cara ini sangat tepat untuk pengguna Applikasi seperti FrontPage agar script PHP Tersebut tidak ditampilkan pada layar. Penulisan PHP Script dengan Script Tags diawali dengan <script language=”php”> dan diakhiri </script> seperti pada contoh berikut:

Contoh :

<script language = ”php”>

Echo “Aku yakin pasti bisa PHP,…Yes !!!”;

</script>

4. Penggunaan ASP Style Tags

Untuk pengguna ASP yang baru saja berpindah ke PHP, dapat menggunakan ASP Style Tags selama konfigurasi asp_tags pada PHP.INI di set pada On. Default untuk konfigurasi tersebut adalah Off. Cara penggunaannya hampir sama dengan Short Open Tags hanya saja pada ASP Style Tags ini diikuti oleh tanda persen (%) bukan dengan tanda tanya (?).

Contoh :

<%

Echo “Aku yakin pasti bisa PHP,…Yes !!!”;

%>

Cara pertama merupakan format yang dianjurkan tetapi mungkin cara kedua akan sering digunakan karena lebih ringkas. Parser PHP bekerja membaca file HTML sampai ditemukan penanda khusus yang memberitahukan untuk menerjemahkan skrip berikutnya sebagai kode PHP. Parser PHP akan mengeksekusi semua perintah dalam blok kode PHP tersebut.

Dengan cara inilah maka kode skrip PHP dapat ditempelkan pada dokumen HTML. Teks lainnya yang berada diluar blok PHP akan dianggap sebagai skrip HTML biasa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s