RouterOS Basic Configuration

1. System Identity

Supaya tidak membingungkan, ubahlah nama router Anda misalnya dengan

Format: xx-NamaAnda

Contoh: 01-Budi-Wahyu

Untuk mengubahnya dari menu:

System → Identity

 

2. IP Configuration

Untuk melakukan setting IP Address pada mikrotik maka kita perlu informasi mengenai detail konfigurasinya yaitu misalnya:

WAN IP : 10.10.10.1/24

Gateway : 10.10.10.100

DNS : 10.100.100.1

LAN IP : 192.168.x.1/24

Kemudian lakukan step-step berikut:

  • Hubungkan port ethernet Anda dengan ether1 pada routerboard.
  • Pastikan ethernet port Anda memiliki IP statikc
  • Jalankan program winbox, klik pada [..] untuk melihat router Anda.
  • Masukkan user dan password Anda, untuk default pertamakali user: ‘admin’ dan password kosongkan.
  • Setelah masuk ke GUI Mikrotik pilih:

IP → Address → Tambah (+)

  • Kemudian isikan pada kolom: Address, untuk kolom Network, Broadcast abaikan saja sedangkan untuk Interface tentukan interface yang akan diberikan IP address.

NB.

Format IP Address dengan penulisan format subnetting seperti: 10.10.10.1/24

3. Wireless Configuration

Untuk melakukan setting Wireless Interface dari menu:

Wireless → Interfaces

untuk melakukan koneksi wireless yang perlu diperhatikan adalah:

Mode Wireless

Mode disini terdiri banyak macamnya dari: station, bridge, ap bridge dll sesuaikan saja dengan kebutuhan anda. Namun kalau hanya untuk terkoneksi dengan wireless lain cukup dengan mode: station

Band Wireless

Band disini digunakan untuk melakukan settingan apakah akan menggunakan frekuensi 2Ghz atau di frekuensi 5Ghz. Sesuaikan dengan kebutuhan anda.

SSID Wireless

Service Set Identifier – SSID digunakan untuk memberikan nama pada wireless apabila broadcast telah dilakukan. Apabila wireless menggunakan security maka untuk terhubung harus membuat profile sesuai dengan security(WPA, WPA2, dll) yang digunakan oleh Accesspoint yang ingin digunakan untuk terkoneksi.

4. Routing Configuration

Routing disini digunakan untuk menunjukkan jalan keluar dari koneksi LAN yang kita buat agar bisa mengakses jaringan luar. Untuk melakukan setting routing identik dengan menunjukkan gateway(pintu gerbang) yang harus dituju untuk mengakses keluar. Cara menambahkan routing pada menu:

IP → Routes → Tambah [+]

Untuk mendefiniskan routing maka yang diisikan disini adalah gateway-nya.

5. DNS Server

DNS dapat disetting dari menu:

IP → DNS → Server

Pada isian server, tentukan IP Address dari DNS Server yang digunakan.

6. NAT Configuration

NAT disini digunakan untuk merubah IP lokal untuk mengakses keluar sehingga yang terbaca adalah IP Publik yang kita miliki. Untuk melakukan setting NAT dari:

IP → Firewall → NAT

parameter yang perlu diperhatikan adalah:

Chain : src-nat

Out-interface : Interfaces-publik

Action : masquerade

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s