Bahasa Inggris 2 – Adjective (Kata Sifat)

Adjectives adalah kata-kata yang mengambarkan atau memodifikasi orang lain atau hal lain dalam kalimat. Articles — a, an, and the — juga merupakan adjectives.
Contoh:
•    the tall professor Arti: Profesor yang tinggi itu
•    the lugubrious lieutenant Arti: Letnan yang murung
•    a solid commitment Arti: Komitmen yang kuat
•    a six-year-old child Arti: Seorang anak yang berusia 6 tahun
•    a month’s pay Arti: Pembayaran sebulan
•    the unhappiest, richest man Arti: Pria yang terkaya tapi paling tidak bahagia
Jika sekelompok kata-kata berisi subject dan verb bertindak sebagai adjective, ini disebut Adjective Clause.
Contoh:
My sister, who is much older than I am, is an engineer. Arti: Saudara perempuan saya, yang jauh lebih tua dari saya, adalah seorang insinyur.
Jika adjective clause dihapus subject dan verbnya, modifier yang dihasilkan menjadi Adjective Phrase:
Contoh:
He is the man who is keeping my family in the poor house. Arti: Dia adalah laki-laki yang menjaga keluarga saya di rumah yang miskin.
Posisi Adjectives
Tidak seperti Adverbs, yang bisa diletakkan dimanapun di dalam kalimat, adjectives hampir selalu muncul sebelum noun atau noun phrase yang mereka jelaskan. Kadang-kadang mereka muncul dalam sebuah rangkaian adjctive (a string of adjectives),yang muncul dalam susunan tertentu. Ketika indefinite pronouns — seperti something, someone, anybody — dijelaskan oleh adjective, adjective tersebut muncul setelah pronoun:
Contoh:
Anyone capable of doing something horrible to someone nice should be punished. Arti: Siapapun yang bisa melakukan sesuatu yang mengerikan terhadap seseorang yang baik seharusnya dihukup.
Something wicked this way comes. Arti: Sesuatu yang jahat datang dengan jalan seperti ini.
Dan ada beberapa adjectives tertentu selalu bersifat “postpositive” (muncul setelah bensa-benda yang mereka jelaskan):
Contoh:
The president elect, heir apparent to the Glitzy fortune, lives in New York Arti: Presiden memilih ahli waris jelas bagi Glitzy fortune,  tinggal di New York
Degrees of Adjectives
Adjectives dapat menungkapkan tingkat penjelasan (degrees of modification):
Contoh:
•    Gladys is a rich woman, but Josie is richer than Gladys, and Sadie is the richest woman in town. Arti: Gladys adalah seorang wanita yang kaya, tapi Josie lebih kaya daripada Gladys, dan Sadie adalah wanita terkaya di kota.
Tingkat perbandingan disebut sebagai positive, comparative, dan superlative. (sebenarnya, hanya comparative dan superlative menunjukkan tingkat.) Kita mengunakan comparative untuk membandingkan dua hal dan superlative untuk membandingkan three atau lebih hal. Perhatikan bahwa kata than sering menemani comparative dan kata the mendahului superlative. Akhiran -er dan -est membentuk kebanyakan comparatives dan superlatives, walaupun kita membutuhkan -ier dan -iest ketika adjective dengan dua syllable berakhiran dengan y (happier and happiest); Selain itu, kita mengunakan more dan most ketika adjective memiliki lebih dari satu syllable.

Tabel 21: Comparative and  Superlative Adjective ( CD 126)

Positive                   Comparative                          Superlative
Rich (kaya)              Richer (lebih kaya)                  Richest (terkaya)
Lovely (indah)          Lovelier (lebih indah)              Loveliest (terindah)
Beautiful (cantik)      More beautiful (lebih cantik)    most beautiful (paling cantik)

Adjectives tertentu memiliki bentuk tidak beraturan (irregular forms) pada tingkat comparative dan superlative:

Tabel 22: Irregular Comparative and Superlative Adjective

Good (baik)             Better (lebih baik)        Best (terbaik)
Bad (buruk)            Worse (lebih buruk)      Worst (terburuk)
Little (sedikit)          Less (kurang)               Least (paling sedikit)
Much (banyak)        More (lebih)                 most (terbanyak)
many (banyak)        More (lebih)                 most (terbanyak)
some (beberapa)     More (lebih)                 most (terbanyak)
Far (jauh)               Further (lebih jauh)        Furthest (terjauh)

Hati-hatilah membentuk comparatives or superlatives of adjectives yang sudah mengungkapkan perbandingan yang eksrim — unique, sebagai contoh — walaupun kebanyakkan adjective bisa dibuakan bentuk perbandingannya: something can be more perfect, and someone can have a fuller figure. People who argue that one woman cannot be more pregnant than another have never been nine-months pregnant with twins.
Grammar’s Response
“Complete” adalah salah satu dari adjectives yang tidak perlu comparative degrees. Walaupun demikian kita bisa berkata, “more nearly complete.”. Berikut daftar table adjective yang tidak memerlukan perbandingan.

Tabel 22: Adjective yang tidak memerlukan perbandingan
Absolute (pasti)            Impossible (tidak mungkin)                Principal (pokok)
Adequate (memadai)     Inevitable (tidak bisa dihindarkan)       Stationary (tak berubah)
Chief (utama)               Irrevocable (tidak dapat dibatalkan)    Sufficient (cukup)
Complete (lengkap)       Main (utama)                                  Unanimous (dengan suara bulat)
Devoid (tanpa)             Manifest (nyata)                               Unavoidable (tidak bisa dihindarkan)
Entire (seluruh)             Minor (minor)                                  Unbroken (tidak putus-putus)
Fatal (fatal)                  Paramount (tertinggi)                       Unique (unik)
Final (final)                   Perpetual (terus menerus)                Universal Universal)
Ideal (ideal)                  Preferable (lebih baik)                      whole (seluruh)

Hati-hati juga untuk tidak mengunakan more pada comparative adjective yang telah mengunakan -er dan mengunakan most pada superlative adjective yang telah mengunakan -est (e.g., do not write that something is more heavier or most heaviest).
Konstruksi as — as digunakan untuk menciptakan perbandingan yang mengungkapakan persamaan:
Contoh:
•    He is as smart as I am. Arti: Dia secerdas saya.
•    She is as dilligent as her mother. Arti: Dia sama rajin denga ibu nya.
Premodifiers dengan Degrees of Adjectives
Baik adverbs maupun adjectives dalam bentuk comparative dan superlative dapat ditemani oleh, kata-kata dan frase tunggal, yang intensify tingkat perbandingan.
Contoh:
•    We were a lot more careful this time. Arti: Kami jauh lebih hati-hati kali ini.
•    He works a lot less carefully than the other jeweler in town. Arti: Dia bekerja jauh lebih kurang hati-hati daripada ahli permata lainnya di kota.
•    We like his work so much better. Arti: Kami lebih suka sekali pekerjaannya
•    You’ll get your watch back all the faster. Anda akan mendapatkan jam anda lebih cepat.
Beberapa proses bisa digunakan untuk downplay tingkat perbandingan:
Contoh:
•    The weather this week has been somewhat better. Arti: Cuaca minggu ini telah menjadi sesuatu yang lebih baik.
•    He approaches his schoolwork a little less industriously than his brother does. Arti: Dia mendekati pekerjaan sekolahnya lebih sedikit secara industri dari pada saudara laki-lakinya lakukan.
Dan kadang-kadangserangkaian frase, biasanya informal noun phrase, digunakan untuk tujuan ini:
Contoh:
•    He arrived a whole lot sooner than we expected. Arti: Dia tiba lebih awal daripada yang kita harapkan.
•    That’s a heck of a lot better.Arti: Itu adalah sebuah omelan yang jauh lebih baik.
Jika intensifier very menemani superlative, determiner juga diperlukan:
Contoh:
•    She is wearing her very finest outfit for the interview. Arti: Dia memakai pakaiannya yang sangat terbaik untuk wawancara.
•    They’re doing the very best they can. Arti:  Mereka melakukan tang paling terbaik yang mereka bisa.
Kadang-kadang comparative atau superlative form yang muncul dengan determiner dan hal yang dijelaskan bisa dimengerti:
Contoh:
•    Of all the wines produced in Connecticut, I like this one the most. Arti: Dari semua anggur yang diproduksi di Connecticut, saya paling menyukai yang satu ini.
•    The quicker you finish this project, the better. Arti: Semakin cepat anda menyelesaikan proyek ini, semakin lebih baik.
•    Of the two brothers, he is by far the faster. Arti: Dari kedua saudara laki-laki, dia yang jauh lebih cepat.
Less V.S Fewer
Ketika membuat sebuah perbandingan antara quantities kita harus membuat sebuah pilihan antara kata fewer dan less. Pada umumnya, ketika kita berbicara mengenai hal – hal yang bisa dihitung, kita mengunakan kata fewer; ketika kita berbicara tentang quantitas yang bisa diukur tapi kita tidak bisa hitung kita mengunakan kata less.

Contoh:
“She had fewer chores, but she also had less energy.” Dia memiliki lebih sedikit pekerjaan, tapi dia pula yang memiliki lebih sedikit energi.
Walaupun demikian kita mengunakan less ketika mengaju kepada ungkapan statistic dan angka:
Contoh:
•    It’s less than twenty miles to Dallas. Arti: Ini lebih kurang 20 mil menuju Dallas.
•    He’s less than six feet tall.Arti: Dia lebih kurang dari 6 kaki tingginya.
•    Your essay should be a thousand words or less. Karangan anda seharusnya seribu kata atau lebih kurang.
•    We spent less than forty dollars on our trip. Arti: Kita berbelanja lebih kurang dari pada 40 dolar pada perjalanan ini.
•    The town spent less than four percent of its budget on snow removal. Kota itu membelanjakan lebih kurang dari 4% dari anggarannya untuk pengerukan salju.
Pada situasi ini, sangat memungkinkan untuk mempertimbangkan quantities sebagai jumlah ukuran yang bisa dihitung.
Taller than I / me?
Ketika membuat perbandingan dengan “than” apakah kita mengakhiri dengan subject form atau object form, “taller than I/she” atau “taller than me/her.” Jawaban yang benar adalah “taller than I/she.” Kita mencari subject form:

Contoh:
“He is taller than I am.” Arti: Dia lebih tinggi daripada saya.

(kecuali kita meninggalkan verb pada second clause, “am” or “is.”) Beberapa penulis yang baik, walaupun demikian, akan berdebatbahwa kata “than” seharusnya diizinkan untuk berfungsi sebagai kata depan (preposition). Jika kita bisa berkata

Contoh:
“He is tall like me/her,” Arti: Dia tinggi seperti saya.

dengan demikian (jika “than” bisa menjadi prepositional seperti like) kita seharusnya bisa berkata, “He is taller than me/her.” Ini merupakan argument yang menarik, tapi — for now, anyway — pada prosa akademik formal, gunakan subject form pada perbandingan semacam itu.
Kita juga ingin menjadi hati-hati dalam sebuah kalimat seperti
Contoh:
“I like him better than she/her.” ( Saya lebih menyukai dia (pria) daripada dia (wanita).
“she” kan bermakna bahwa anda lebih menyukai orang ini dari pada dia perempuan menyukai dia laki-laki.; “her” akan bermakna bahwa anda menyukai si lelaki lebih dibandingkan dari pada anda menyukai si perempuan.. (Untuk menghidari ambiguitas dan keterpelesatan pengunaan than, kita bisa menulis
Contoh:
“I like him better than she does”.” Arti: Saya lebih menyukai dia (pria) dari pada dia (wanita) menyukai.
atau “I like him better than I like her Arti: Saya menyukai dia (pria) lebih daripada saya menyukai dia (wanita)
Susunan Adjectives dalam sebuah Rangkaian
Kita berkata “little brown house” bukannya “brown little house” atau mengapa kita berkata “red Italian sports car” bukannya “Italian red sports car.”.
Ada beberapa kategori dalam menyusun rangkaian adjective pada table berikut ini:
I.    Determiners — artikel dan limiters yang lain.
II.    Observation — postdeterminers dan limiter adjectives (e.g., a real hero, a perfect idiot) dan adjectives yang menjurus kepada ukuran subjectif (e.g., beautiful, interesting)
III.    Size and Shape — adjectives yang menjurus pada ukuran objective (e.g., wealthy, large, round)
IV.    Age — adjectives yang berkaitan dengan usia (e.g., young, old, new, ancient)
V.    Color — adjectives yang bermakna warna (e.g., red, black, pale)
VI.    Origin — denominal adjectives yang bermakna asal  (e.g., French, American, Canadian)
VII.    Material — denominal adjectives yang bermakna terbuat dari (e.g., woolen, metallic, wooden)
VIII.    Qualifier — final limiter, sering dianggap sebagai bagian dari noun (e.g., rocking chair, hunting cabin, passenger car, book cover)

Ketika adjectives berada dalam kelompok yang sama mereka menjadi sesuatu yang disebuat coordinated adjectives, dan anda perlu meletakkan komadiantara mereka: the inexpensive, comfortable shoes. Aturan meletakkan koma antara dua adalah: jika anda bisa meletakkan conjunction — and atau but — antara dua adjectives, gunakanlah koma. Kita bisa berkata  these are “inexpensive but comfortable shoes,” jadi kita akan mengunakan comma antara mereka (tentunya ketika “but” tidak ada disana. Kita kita memiliki tiga coordinated adjectives, pisahkan mereka semua dengan koma. Jangan letakkan koma pada akhir akhir sebelum noun:
Contoh:
a popular, respected, and good looking student Arti: seorang pelajar yang terkenal, terhormat dan enak dilihat
Collective Adjectives
Apabila definite article, the, digabung dengan sebuah adjective yang mengambarkan kelas atau kelompok orang, frase ini bisa bertindak sebagai sebuah a noun: the poor, the rich, the oppressed, the homeless, the lonely, the unlettered, the unwashed, the gathered, the dear departed. Perbedaan antara Collective Noun (yang biasanya dianggap sebagai singular tapi juga bisa plural pada konteks tertentu) dengan collective adjective adalah bahwa collective adjectives selalu plural dan memerlukan plural verb:
Contoh: (CD 141)
•    The rural poor have been ignored by the media. Arti: Kaum miskin di daerah terpencil telah diabaikan oleh media.
•    The rich of Connecticut are responsible. Kaum berada Connecticut bertanggung jawab.
•    The elderly are beginning to demand their rights. Yang lebih tua mulai menuntut hak mereka.
•    The young at heart are always a joy to be around. Arti: Yang muda di hati selalu menjadi kegembiraan dalam aksi.

Adjectival Opposites
Lawan atau aspek negative bisa dibentuk dengan berbagai cara. Salas satunya adalah mencari adjective dengan makna yang berlawanan — an antonym. Lawan dari beautiful adalah ugly, lawan tall adalah short.. Cara lain untuk membentuk lawan dari adjective adalah dengan sejumlah awalan (prefixes). Lawan dari fortunate adalah unfortunate, lawan dari prudent adalah imprudent, lawan dari considerate adalah inconsiderate, lawan dari honorable adalah dishonorable, lawan dari alcoholic adalah nonalcoholic.
Cara ke tiga untuk membentuk lawan kata adjective adalah dengan mengabungkan dengan less atau least untuk menciptakan perbandingan yang menunjukkan lawan kata.
Contoh:
•    “This is the least beautiful city in the state.” Arti: Ini merupakan kota yang paling kurang indah di negara bagian ini.
•    A candidate for a job can still be worthy and yet be “less worthy of consideration” than another candidate. Arti:Seorang kandidat untuk sebuah pekerjaan masih bisa bernilai dan bahkan menjadi pertimbangan yang lebih kurang bernilai dari kandidat lainnya.
•    “He is less unlucky than his brother,” Arti: Dia lebih kurang tidak beruntung daripada saudara laki-lakinya.

Gunakanlah less ketika perbandingan antara dua hal atau orang; gunakanlah least ketika perbandingan diantara banyak hal atau orang.
Contoh:

•    My mother is less patient than my father. Arti: Ibu saya lebih kurang sabar daripada bapak saya.
•    Of all the new sitcoms, this is my least favorite show. Dari semua situasi komedi yang baru, ini adalah pertunjukan yang lebih kurang favorite saya.
Pertimbangan lain dari Adjective
Adjectives yang sebenarnya Participles, verb forms dengan akhiran -ing dan -ed , bisa menyulitkan kita;. a frightened child atau a frightening child: you are confused atau you are confusing? Biasanya, akhiran  -ed ending berarti bahwa noun memiliki hubungan passive dengan sesuatu — sesuatu (the lessons) telah membuat anda bingung jadi you are confused. Akhiran -ing bermakna bahwa noun memiliki peran aktif— anda menjelaskan sesuatu bertele-tele jadi you are confusing.
Modifiers berakhiran – ed sering ditemani oleh kata depan (prepositions):
Contoh:
•    We were amazed at all the circus animals. Arti: Kami takjub dengan semua hewan sirkus.
•    We were amused by the clowns. Arti: Kami terhibur oleh para badut.
•    We were annoyed by the elephants. Arti: Kami jengkel dengan gajah-gajah itu.
•    We were bored by the ringmaster. Kami bosan dengan ringmaster itu.
•    We were confused by the noise. Arti: Kami bingung oleh kebisingan itu.
•    We were disappointed by the motorcycle daredevils. Arti: Kami kecewa dengan pengendara motor yang kesetanan di jalan.
•    We were disappointed in their performance. Kami kecewa dengan penampilan mereka.
•    We were embarrassed by my brother. Arti: Kami malu pada saya.
•    We were exhausted from all the excitement. Arti: Kami lelah dari semua keasyikan itu.
•    We were excited by the lion-tamer. Arti: Kami bergairah oleh penjinak singa.
•    We were excited about the high-wire act, too. Arti: Kami juga bergairah pada aksi kawat tinggi.
•    We were frightened by the lions. Arti: Kami takut denga para singa.
•    We were introduced to the ringmaster. Arti: Kami diperkenalkan oleh pembawa acara.
•    We were interested in the tent. Arti: Kami tertarik dengan tenda itu.
•    We were irritated by the heat. Arti: Kami jengkel dengan panas.
•    We were opposed to leaving early. Arti: Kami menolak untuk meninggalkan tempat lebih awal.
•    We were satisfied with the circus. Arti: Kami puas dengan sirkus itu.
•    We were shocked at the level of noise under the big tent. Arti: Kami terkejut dengan tingkat kebisingan di bawah tenda besar itu.
•    We were surprised by the fans’ response. Arti: Kami terkejut dengan respon pengemar.
•    We were surprised at their shouts. Arti: Kami terkejut dengan teriakan mereka.
•    We were tired of all the lights after a while. Arti: Kami lelah denga semua lampu setelah sekian lama.
•    We were worried about the traffic leaving the parking lot. Arti: Kami kuatir tenang lalu lintas yang meninggalkan area parkir.
A- Adjectives
A- adjectives yang paling umum adalah ablaze, afloat, afraid, aghast, alert, alike, alive, alone, aloof, ashamed, asleep, averse, awake, aware. Adjectives ini muncul sebagai predicate adjectives (i.e., mereka muncul setelah linking verb).
Contoh:
•    The children were ashamed. Arti: Anak-anak malu.
•    The professor remained aloof.  Arti: Profesor tetap menjauh.
•    The trees were ablaze. Arti: Pohon-pohon terbakar.
Kadang-kadang anda akan menemukan a- adjectives sebelum kata yang mereka jelaskan: the alert patient, the aloof physician. Kebanyakan dari mereka menjelaskan diri mereka sendiri: the nearly awake student, the terribly alone scholar. Dan a- adjectives kadang-kadang dijelaskan oleh “very much”: very much afraid, very much alone, very much ashamed, etc.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s