Bahasa Inggris 2 – Belajar Noun(Kata Benda)

Kata Benda (noun) merupakan nama orang, tempat, barang, atau ide. Apapun yang ada dan dapat dinamakan itulah kata benda. Ada lagi yang disebut kata benda proper (proper noun) yang merupakan nama khusus orang, tempat, dan barang seperti Carlos, Queen Marguerite, Middle East,Jerusalem, Malaysia, Presbyterianism, God, Spanish, Buddhism, the Republican Party. Kata Benda Proper ini ditandai dengan huruf besar pada awal kata. Kata Benda Umum (Common nouns) memberi nama terhadap benda lainnya dan biasanya tidak diberi huruf besar pada awal kata.
Sekelompok huruf yang berkaitan dapat bertindak seperti kata benda tunggal di dalam kalimat. Bentuk ini dinamakan  Noun Clause.

Noun Clause berisikan subject dan kata kerja dan bisa melakukan apapun yang Kata Benda dapat lakukan seperti contoh berikut ini:
Contoh:
What he does for this town is a blessing. Arti: Apa yang dia perbuat untuk kota ini adalah sebuah anugrah.

Phrase kata benda (Noun Phrase), biasanya kata benda yang ditemani modifiers, adalah sekelompok kata yang bertindak sebagai kata benda:
Contoh:
•    the important purchase order; Arti: pesanan pembelian yang penting
•    the very difficult problem.Arti:masalah yang sangat sulit itu

Terdapat bagian terpisah pada kombinasi kata yang menjadi Compound Noun:
Contoh:
•    daughter-in-law, Arti: Menantu perempuan
•    half-moon, Arti:
•    stick-in-the-mud.

Jenis Kata Benda
Kata Benda dikelompokkan dalam kata benda bisa dihitung (count nouns). Sesuai dengan namanya kata benda ini memberi nama untuk barang-barang yang bisa dihitung. seperti four books, two continents, a few dishes, a dozen buildings.

Jenis lainnya adalah kata benda yang tidak bisa dihitung atau disebut dengan non-count nouns, yang memberinama untuk benda yang tidak bisa dihitung seperti water, air, energy, blood.

Jenis yang lain adalah kata benda kolektif atau sering disebut sebagai collective nouns, yang berbentuk seperti tunggal tapi terdiri dari lebih dari satu individu orang atao barang seperti jury, team, class, committee, herd. Harus dipahami secara baik bahwa beberapa kata bisa menjadi baik count noun ataupun non-count noun tergantung pada bagaimana mereka digunakan dalam kalimat;
Contoh:
a.    He got into trouble. Arti: Dia mendapatkan masalah (non-count)
b.    He had many troubles. Arti: Dia memiliki banyak masalah (countable)
c.    Experience (non-count) is the best teacher. Arti: Pengalaman adalah guru terbaik.
d.    We had many exciting experiences (countable) in college. Arti: Kami punya banyak pengalaman yang mengasyikan.

•    Kata-kata count noun atau non-count noun ditentukan apakah mereka digunakan dengan artikel dan determiner atau tidak. Kita bisa menulis
Contoh:
“He got into troubles,”
tapi juga bisa
Contoh:
“The troubles of Ireland.”
Beberapa teks akan memasukkan kategori kata benda abstrak (abstract nouns) yaitu kata benda yang tidak bisa kita lihat:
Contoh:
•    warmth,
•    justice,
•    grief,
•    peace.

Abstract noun sering kali menjadi masalah bagi penulis yang non native speaker karena mereka dapat muncul dengan determiner atau tanpa determiner. Seperti kalimat berikut ini:
Contoh:
•    “Peace settled over the countryside.”
•    “The skirmish disrupted the peace that had settled over the countryside.”
Bentuk Kata Benda
Kata Benda bisa berupa kasus subjektif, kepunyaan, dan objectif. Kata kasus disini diartikan peran sebagai kata benda pada kalimat. Apakah dia sebagai subyek, kepunyaan atau objek?
Contoh:
•    The American professor [subject] is tall. Arti: Profesor Amerika itu tinggi.
•    He chose the American professor [object]. Arti: Dia memilih professor Amerika.
•    The American professor’s [possessive] car is green. Arti: Mobil professor Amerika berwarna hijau.
Kata benda sebagai subyek dan sebagai objek berbentuk sama tapi  untuk kepunyaan memiliki bnetuk yang berbeda. Biasanya kita mengunakan apostrophe ditambahkan dengan huruf s (kecuali untuk kata benda jamak, yang berakhiran dengan huruf s dimana kita hanya menambahkan apostrophe saja..

Hampir semua kata benda berubah bentuk ketika mereka berubah bentuk menjadi jamak, biasanya hayan ditambah dengan -s atau -es.

COUNT NOUN
Amati disekitar ruang kelas dimana anda sedang duduk. Sebutkan nama-nama benda yang dibawa oleh pelajar dan guru ke dalam ruang kelas tersebut. desks, chairs, flag, clock, computers, keyboards, projector, books, bookcases, pens, notebooks, backpacks, lights, students. Sekarang sebutkan bagian-bagian dari ruangan itu sendiri. Floor, wall, ceiling, windows, door, chalkboard. Mereka semua adalah COUNT NOUNS, sesuatu yang anda bisa lihat.

•    Count nouns bisa dijamakkan.
•    Kita bisa mengunakan ungkapan seperti:
Contoh:
a.    many bottles
b.    few bottles
c.    a few bottles
•    Count nouns, baik singular ataupun plural, dapat didahului oleh definite and indefinite articles — the dengan baik singular maupun plural, a or an dengan singular count-nouns.
•    Singular count nouns dapat didahului dengan this dan that dan dengan every, each, either, and neither.
•    Plural count nouns dapat didahului dengan these and those dan dengan some, any, enough, dan zero article. Frase  number of ditemani oleh count nouns.
•    Count nouns tidak bisa didahului dengan much. Demikian pula dengan Frase amount of .

Mass (non-count) Nouns
Berikut ini adalah daftar Mass Nouns yang tidak bisa dihitung.
cloth (pakaian)
ice (es)
plastic (plastik)
wool (wol)
steel (baja)
aluminum (aluminium)
metal (besi)
glass (kaca)
leather (kulit)
porcelain (porselen)
hair (rambut)
dust (debu)
air (udara)
oxygen (oksigen)
Water (air)
milk (susu)
wine (anggur)
beer (bir)
cake (kue)
sugar (gula)
rice (beras)
meat (daging)
cheese (keju)
flour (tepung)
Reading (bacaan)
boating (berperahu)
smoking (merokok)
dancing (menari)
soccer (sepak bola)
hockey (hoki)
weather (cuaca)
heat (panas)
sunshine (sinar mentari)
electricity (listrik)
biology (biologi)
history (sejarah)
mathematics (matematika)
economics (ekonomi)
poetry (puisi)    Chinese (Bahasa Cina)
Spanish (Bahasa spanyol)
English ( Bahasa Inggris)
luggage (barang bawaan)
equipment (perlengkan)
furniture (perabotan)
experience (pengalaman)
applause (tepuk tangan)
photography Fotografi)
traffic (lalu lintas
harm (kerusakan)
publicity (publisitas)
homework (pekerjaan rumah)
advice (nasehat)

•    Pada umumnya mass noun tidak bisa dijamakkan. non-count nouns of the second column (foodstuff) dijamakkan ketika kita mengunakan mereka untuk mengungkapkan tipe benda:
Contoh:
a.    There are new wines being introduced every day. Arti: Ada anggur-anggur baru yang diperkenalkan setiap hari.
b.    The waters of the Atlantic are much warmer this time of year. Arti: Air-air di lautan Atlantik jauh lebih hangat pada tahun saat ini.
c.    The Dutch are famous for their cheeses. Arti: Belanda terkenal dengan keju-keju mereka.
d.    The spring rains came early. Arti: Hujan musim semi datang lebih awal.

•    Kita dapat mengunakan ungkapan-ungkapan:
Contoh:
a.    much harm Arti: sangat merusak
b.    little harm Arti: Sedikit merusak
c.    a little harm Arti: Sedikit merusak
•    Dipandang tepat untuk mendahului non coun noun dengan a definite atau indefinite article.
Contoh:
a.    the sunshine Arti: cahaya mentari itu
b.    an experience Arti: sebuah pengalaman
c.    a wine Arti: sebuah anggur
Tapi mereka sering pula muncul dengan zero article:
Contoh:
a.    Smoking is bad for you. Arti: Merokok buruk buat anda.
b.    Poetry is beautiful. Arti: Puisi indah.
c.    Sugar is sweet. Arti: Gula manis.
d.    Experience is the best teacher. Arti: Pengalaman merupakan guru terbaik.
•    Mass noun dapat didahului dengan some, any, enough, this, that, and much.
•    Disebabkan mereka tidak dapat dihitung, mass nountidak bisa didahului oleh these, those, every, each, either, and neither.

Abstract Nouns
Berikut daftar Abstract Nouns.
Peace (perdamaian)
warmth (kehangatan)
hospitality (keramahan)
information (informasi)
anger (kemarahan)
education (pendidikan)
melancholy Melankoli)
softness (kelembutan)
violence (kekerasan)
Conduct (perbuatan)
courage (keberanian)
leisure (kesenangan)
knowledge (pengetahuan)
safety ( keamanan)
shopping (perbelanjaan)
justice (keadilan)
chaos (kekacauan)
progress (kemajuan)
Speed (kecepatan)
experience (pengalaman)
time (waktu)
friendship (persahabatan)
trouble (masalah)
work (pekerjaan)
culture (Budaya)
virtue (Kebajikan)
Taste (Rasa)
evil (setan)
liberty (kemerdekaan)
democracy (demokrasi)
death (kematian)
grief (duka cita)
piety (kasihan)

•    Karena mereka bermakna ide atau concept, agak sulit untuk melihat bagaimana abstract nouns bisa dijamakkan. Sebenarnya banyak diantara mereka yang tidak bisa dijamakkan.; the abstract nouns pada kolom kedua bisa dijamakkan. Bagian dibawah ini memberitahu kita apa yang terjadi kalau abstract noun dijamakkan:
Contoh:
a.    The griefs of the nation are too much to bear. Arti: Kedukaan-kedukaan negara ini terlalu banyak untuk dirasakan.
b.    The editors took liberties with our prose. Arti: Para editor mengambil kebebasan-kebebasan dengan prosa kami.
c.    She formed many friendships at college. Arti: Dia membentuk banyak persahabatan di kolij.
•    Dalam hal quantifiers dan kata yang mendahului kata-kata ini, kita bisa memperlakukan abstract nouns layaknya non count noun..

Count Noun juga dapat berperan sebagai Mass Noun
Jika kita memaknai sebuah kata benda sebagai sesuatu yang umum dan abstrak maka kata tersebut menjadi mass noun. Sebaliknya, kita memaknai kata benda sebagai sesuatu yang spesifik maka kata tersebut menjadi count noun. Sebagai contoh kata experiences. Ketika saya berkata:
Contoh:
I had many horrifying experiences as a pilot. Arti: Saya memiliki banyak pengalaman yang mengerikan sebagai seorang pilot.
Saya merujuk pada momen-momen yang spesifik dan dapat dihitung dalam kehidupan saya sebagai pilot. Ketika saya berkata,
Contoh:
This position requires experience. Arti: Posisi ini membutuhkan pengalaman.
Saya mengunakan kata tersebut dengan cara yang abstrak; kata tersebut bukanlah kata yang bisa dihitung; ia lebih mirip sebuah ide, sebuah hal yang orang perlu miliki untuk melamar pekerjaan tersebut
Jika saya menulis,
Contoh:
The talks will take place in Jakarta Convention Center. Arti: Pembicaraan-pembicaraan tersebut akan terselenggara di Jakarta Convention Center.
Perbincangan ini merupakan kejadian yang bisa dihitung. Jika saya berkata,
Contoh:
I hate it when a meeting is nothing but talk. Arti: Saya benci ketika sebuah rapat tidak ada apa-apanya selain ngobrol.
Kata talk sekarang menjadi tidak bisa dihitung.; Saya merujuk kepada ide abstrak dan umum dari perbincangan yang tidak efisien.. Evils bermakna dosa-dosa khusus — pride, envy, sloth, and everyone’s favorite, gluttony — tapi evil bermakna ide umum dari sifat buruk

Bentuk plural kebanyakan kata benda diciptakan hanya dengan menanbahkan huruf s.
Contoh:
•    snake – snakes (Ular)
•    ski – skis (Ski)
Kata-kata yang berakhiran seperti bunyi-ch, x, s or s, membutuhkan -es untuk membuat plural:
Contoh:
•    witch – witches (penyihir)
•    box – boxes (kotak)
•    bus – buses atau busses (bus)
•    kiss – kisses (ciuman)
Terdapat beberapa kata benda yang memiliki bentuk plural yang tidak beraturan. Plural yang dibentuk dengan cara seperti ini disebut mutated (or mutating) plurals.
Contoh:
•    child – children (anak-anak)
•    woman – women (wanita)
•    man – men (pria)
•    person – people (masyarakat)
•    goose – geese (angsa)
•    mouse – mice (tikus)
•    barracks – barracks (barak)
•    deer – deer (rusa)
Dan akhirnya, terdapat kata benda yang menjaga bentuk Latin dalam plural:
Contoh:
•    nucleus – nuclei (inti)
•    syllabus – syllabi (Silabi)
•    focus – foci (fokus)
•    fungus – fungi (jamur)
•    cactus – cacti  atau cactuses (kaktus)
•    thesis – theses (ini)
•    crisis – crises* ( krisis)
•    phenomenon – phenomena (fenomena)
•    index – indices atau indexes  (indeks)
•    appendix – appendices atau appendixes (lampiran)
•    criterion – criteria (Kriteria)
Kata benda yang muncul dalam bentuk plural tapi mengunakan kata kerja singular:
Contoh:
•    The news is bad. Arti: Berita itu buruk.
•    Gymnastics is fun to watch. Arti: Olahraga senam menyenangkan untuk ditonton.
•    Economics/mathematics/statistics is said to be difficult. Arti: Ilmu ekonomi/Matematika/Statistiks dianggap sulit.
Ungkapan angka biasanya singular tapi bisa menjadi plural jika individu-individu dalam kelompok angka bertindak secara individu:
Contoh:
•    Fifty thousand dollars is a lot of money. Arti: 50 Ribu Dolar adalah uang yang banyak.
•    One-half of the faculty is retiring this semester. Arti: Satu setengah dari fakultas pensiun semester ini.
•    One-half of the faculty have doctorates. Arti: satu setengah dari fakultas memiliki doktor.
•    Fifty percent of the students have voted already. Arti: 50% mahasiswa telah memilih.
Dan kata benda tampak singular tapi mengunakan bentuk plural dan selalu mengunakan kata kerja plural:
Contoh:
•    My pants are torn. Arti: Celana saya robek
•    Her scissors were stolen. Arti: Guntingnya dicuri.
•    The glasses have slipped down his nose again. Arti: Kaca mata itu melorot di hidungnya lagi.
Apabila sebuah kata benda bermakna judul sesuatu atau menjadi sebuah kata yang digunakan, kata itu dipandang singular apakah kata tersebut mengunakan bentuk tunggal atau tidak.
Contoh:
•    Faces is the name of the new restaurant in Bandung. Faces merupakan nama restoran baru di Bandung.
•    Chelmsley Brothers is the best company in town. Arti: Chelmsley adalah perusahaan yang terbaik di kota.
•    Postcards is my favorite novel. Arti: Poscards adalah novel favorit saya.
Kebanyakan penulis sepakat bahwa kata-kata data dan media merupakan are Latin plurals dan harus digunakan sebagai kata jamak. Akan tetapi bentuk latin tunggal dari kata-kata tersebut jarang digunakan: datum dan medium. Malah kebanyakan penulis dewasa ini mengunakan kata data dan media sebagai tunggal
Contoh:
•    My data is lost. Data saya lenyap.
•    The media is important for business.. Arti: Media itu penting untuk bisnis.
Kata-kata yang berakhiran y dimana y didahului dengan huruf konsonan ,kita perlu menganti y dengan i dan menambahkannjuga es
Contoh:
•    baby – babies (bayi)
•    gallery – galleries (galeri)
•    reality – realities (realitas)
Aturan ini tidak berlaku untuk proper nouns:
Contoh:
•    Kennedy – Kennedys
Kata-kata yang berakhiran dengan o :
Contoh:
•    potato – potatoes (kentang)
•    hero – heroes (pahlawan)
•    memo – memos (memo)
•    cello – cellos. (cello)
•    stereo – stereos (stereo)
Kata-kata yang berakhiran dengan -f atau -fe biasanya berubah dari bunyi f menjadi bunyi v dan ditambah s or -es.
Contoh:
•    knife – knives (pisau)
•    leaf – leaves (daun)
•    hoof – hooves
•    life – lives (kehidupan)
•    self – selves (diri sendiri)
•    elf – elves (kurcaci)
Tapi ada pengecualian:
Contoh:
•    dwarf – dwarfs (orang kate)
•    roof – roofs (atap)

Collective Nouns, Nama Perusahaan, Nama Keluarga, Nama Olah raga
Collective nouns merupakan kata benda yang kita anggap singular kalau mereka bertindak atas nama kelompok dan jamak ketika kita menganggap mereka bertindak mewakili sebagian mereka seperti contoh berikut:

audience (audiens)
band (band)
class (kelas)
committee (panitia)
crowd (keramaian)
dozen (lusin)
family (keluarga)
flock (gerombolan)
group (kelompok)
heap
herd (gerombolan)
jury (hakim)
Kind (jenis)
Lot (banyak)
[the] number (jumlah)
public (publik)
staff (staf)
team (tim)

Jika kita berbicara tentang telur, kita bisa berkata:
Contoh:
“A dozen is probably not enough.” Arti: Selusin mungkin tidak cukup.
Tapi jika kita berbicara pesta dengan teman:
Contoh:
“A dozen are coming over this afternoon. Selusin akan singgah sore ini.
Contoh lain
•    ” The jury delivers its verdict. Hakim membacakan keputusan.
•    “The jury came in and took their seats.” Para hakim datang dan mengambil kursi mereka.
•    “The Jakarta Express is one of the best media in Indonesia.
•    “ The Beatles were some of the most famous singers in history. The beatles adalah beberapa dari penyanyi-penyanyi paling terkenal dalam sejarah.
Pada umumnya nama band dan kelompok musik bisa mengunakan kata kerja jamak dan singular.
Contoh:
“The Mamas and the Papas were one of the best groups of the 70s” and “Metallica is my favorite band.” Arti: The Mamas and the papas adalah salah satu kelompok terbaik era 70-an.
Perhatikan kata “the number” yang merupakan sebuah singular collective noun.
Contoh:
“The number of applicants is steadily increasing.” Arti: Jumlah pelamar meningkat secara pasti.
Walau demikian  “A number,” merupakan bentuk plural:
Contoh:
•    “There are several students in the lobby. Arti: Ada beberapa mahasiswa di lobi.
•    A number are here to see the president.” Arti: Beberapa ada disini untuk menemui predisen.
Collective nouns merupakan count nouns yang bermakna mereka sendiri bisa dijamakkan:
Contoh:
•    A university has several athletic teams and classes. Arti: Sebuah universitas memiliki beberapa tim dan kelas atletik.
•    The immigrant families kept watching over their herds. Keluarga-keluarga imigran terus menjaga gerombolan-gerombolan mereka.
Kata yang emngikuti frase one of the akan selalu plural.
Contoh:
•    One of the reasons we do this is that it rains a lot in December.Arti: Salah satu dari alasan kami melakukan ini adalah bahwa hari sering hujan di bulan Desember.
•    One of the students in this room is responsible. Arti: Salah satu dari mahasiswa di ruang ini bertanggung jawab.
Apabila sebuah nama keluarga ( proper noun) dijamakan kita hampir selalu menambahkan “s.”
Contoh:
” So, we go to visit the Smiths, the Kennedys, the Grays, etc. Arti: Jadi, kita pergi mengunjungi keluarga Smith, Kennedy, Gray, dan lain-lain.
Apabila sebuah nama keluarga berakhiran dengan s, x, ch, sh, or z, kita membentuk plural dengan menambah -es, seperti pada the Marches, the Joneses, the Maddoxes, the Bushes, the Rodriguezes. Jangan bentuk nama keluarga menjadi plural dengan mengunakan apostrophe; karena bisa membuat makna kepunyaan.
Apabila proper noun berakhiran dengan “s” dan pelafalan bunyi keras “z”, kita tidak menambahkan tambahan apapun untuk membentuk plural,
Contoh:
•    “The Chambers are coming to dinner” Arti: Keluarga Chamber akan datang  untuk makan malam (bukan the Chamberses);
•    “The Hodges used to live here”Arti: Keluarga Hodge dulu tinggal di sini (bukan the Hodgeses).
Nama perusahaan dan organisasi dianggap singular:
Contoh:
•    “General Motors has announced its new vehicle launch.” Arti: General Motors telah mengumumkan peluncuran kendaraan barunya.
•    “General Motors has announced their fall lineup of new vehicles.” Arti: General Motors telah mengumumkan peluncuran kendaraan baru mereka.
•    “Ford has announced its breakup with Firestone Tires.
Berapa penulis mengunakan plural verb ketika konstruksi pluralnya dalam bentuk asosiasi:
Contoh:
•    “Upton, Vernon, and Gridley are moving to new law offices next week” Arti:Upton, Vernon, dan Gridley akan pindah ke kantor hukum yang baru minggu depan.
•    “Shadrach, Meshach, Abednego & Associates have won all their cases this year.” Arti: Shadrach,  Meshach, Abednego & rekanan telah memenangkan senua kasus mereka tahun ini.
Walau demikian Singular verbs dan pronouns dianggap benar juga.
Contoh:
•    “Upton, Vernon, and Gridley is moving to new law offices next week” Arti:Upton, Vernon, dan Gridley akan pindah ke kantor hukum yang baru minggu depan.
•    “Shadrach, Meshach, Abednego & Associates has won all its cases this year.” Arti: Shadrach,  Meshach, Abednego & rekanan telah memenangkan senua kasus mereka tahun ini.
Nama tim olah raga dianggap sebagai plural.
Contoh:
•    “The Yankees have signed Memorandum of Unerstanding Arti: Yankees telah menanda tangani surat kesepakatan.
•    “The Yankees are a great organization” Arti: Yankees merupakan organisasi yang besar.
•    “For two years in a row, the Utah Jazz have attempted to win people’s hearts.” Arti: Untuk dua tahun berturut-turut, Utah Jazz telah mencoba memenangkan hati masyarakat.
Apabila yang kita maksud sebuah tim milik sebuah wilayah atau kota dimana tim itu berada, kita mengunakan singular.
Contoh:
“Dallas has attempted to secure the services of two assistant coaches that Green Bay hopes to keep.” Arti: Dallas telah mencoba untuk mengamankan layanan dari dua asisten pelatih yang Green Bay berharap untuk merebut mereka.
Plurals and Apostrophes
Kita mengunakan apostrophe untuk membuat bentuk plural pada dua situasi:
Contoh:
•    Jeffrey got four A’s on his last report card. Arti: Jeffrey mendapatkan empat A di rapor terakhirnya.
•    Towanda learned very quickly to spell her p’s and q’s. Towanda belajar dengan sangat cepat untuk mengeja huruf p dan q nya.
•    You have fifteen and’s in that last paragraph Arti: Anda memiliki lima belas ana pada paragraf terakhir itu.
Singular Subjects, Plural Predicates, etc.
Kita sering menghadapi situasi dimana singular subject terkait dengan plural predicate:
Contoh:
•    My favorite breakfast is cereal with fruit, milk, and orange juice. Arti: Sarapan pagi favorit saya adalah sereal dengan buah-buahan, susu, dan orange juice
Kadang-kadang plural subject bisa terkait dengan singular predicate:
Contoh:
•    Mistakes in grammar are the only problem here. Arti: Kesalahan-kesalah  dalam aturan grammatika  merupakan satu-satunya masalah di sini.

Bahasa Inggris 2 – Adverb (Kata Keterangan)

Adverbs=Kata Keterangan digunakan untuk memberikan informasi mengenai verb (kata kerja) yang digunakan dalam suatu kalimat yaitu dengan menjelaskan bagaimana, kapan, atau dimana aksi (yang dijelaskan oleh kata kerja terkait) tersebut dilakukan.

Contoh-contoh adverbs yaitu antara lain: beautifully, tiredly, typically, completely, surprisingly, always, soon, however.

Contoh adverbs yang menjelaskan kata kerja:

He sang beautifully, I’m coming soon, You always laugh at me.

Adverbs juga dapat digunakan dalam bentuk-bentuk lainnya:

1. Untuk memodifikasi atau menjelaskan adjectives.

Contoh:

I’m terribly tired (saya sangat letih).

Dalam contoh ini, adjective adalah “tired” yang kemudian dijelaskan lebih lanjut oleh adverb “terribly”.

Secara singkat, “letih” (yang merupakan adjective) menjelaskan “saya” (yang merupakan noun) dan kemudian “sangat” menjelaskan seberapa “letih” orang tersebut.

2. Untuk memodifikasi adverb lainnya dalam kalimat terkait.

Contoh:

He ran terribly quickly.

Dalam contoh ini, quickly adalah adverb yang menjelaskan kata kerja “ran”. Kemudian adverb “quickly” tersebut dijelaskan lebih lanjut dengan menggunakan adverb “terribly”.

3. Untuk memodifikasi keseluruhan kalimat.

Contoh:

Actually, I can’t come to your place.

Dalam contoh ini, adverb “actually” menjelaskan keseluruhan arti dari kalimat “I can’t come to your place.”

4. Untuk memodifikasi kalimat preposition.

Contoh: He’s completely out of his mind. Dalam contoh ini, adverb “completely” menjelaskan fragment kalimat preposition “out of his mind”.

Bahasa Inggris 2 – Adjective (Kata Sifat)

Adjectives adalah kata-kata yang mengambarkan atau memodifikasi orang lain atau hal lain dalam kalimat. Articles — a, an, and the — juga merupakan adjectives.
Contoh:
•    the tall professor Arti: Profesor yang tinggi itu
•    the lugubrious lieutenant Arti: Letnan yang murung
•    a solid commitment Arti: Komitmen yang kuat
•    a six-year-old child Arti: Seorang anak yang berusia 6 tahun
•    a month’s pay Arti: Pembayaran sebulan
•    the unhappiest, richest man Arti: Pria yang terkaya tapi paling tidak bahagia
Jika sekelompok kata-kata berisi subject dan verb bertindak sebagai adjective, ini disebut Adjective Clause.
Contoh:
My sister, who is much older than I am, is an engineer. Arti: Saudara perempuan saya, yang jauh lebih tua dari saya, adalah seorang insinyur.
Jika adjective clause dihapus subject dan verbnya, modifier yang dihasilkan menjadi Adjective Phrase:
Contoh:
He is the man who is keeping my family in the poor house. Arti: Dia adalah laki-laki yang menjaga keluarga saya di rumah yang miskin.
Posisi Adjectives
Tidak seperti Adverbs, yang bisa diletakkan dimanapun di dalam kalimat, adjectives hampir selalu muncul sebelum noun atau noun phrase yang mereka jelaskan. Kadang-kadang mereka muncul dalam sebuah rangkaian adjctive (a string of adjectives),yang muncul dalam susunan tertentu. Ketika indefinite pronouns — seperti something, someone, anybody — dijelaskan oleh adjective, adjective tersebut muncul setelah pronoun:
Contoh:
Anyone capable of doing something horrible to someone nice should be punished. Arti: Siapapun yang bisa melakukan sesuatu yang mengerikan terhadap seseorang yang baik seharusnya dihukup.
Something wicked this way comes. Arti: Sesuatu yang jahat datang dengan jalan seperti ini.
Dan ada beberapa adjectives tertentu selalu bersifat “postpositive” (muncul setelah bensa-benda yang mereka jelaskan):
Contoh:
The president elect, heir apparent to the Glitzy fortune, lives in New York Arti: Presiden memilih ahli waris jelas bagi Glitzy fortune,  tinggal di New York
Degrees of Adjectives
Adjectives dapat menungkapkan tingkat penjelasan (degrees of modification):
Contoh:
•    Gladys is a rich woman, but Josie is richer than Gladys, and Sadie is the richest woman in town. Arti: Gladys adalah seorang wanita yang kaya, tapi Josie lebih kaya daripada Gladys, dan Sadie adalah wanita terkaya di kota.
Tingkat perbandingan disebut sebagai positive, comparative, dan superlative. (sebenarnya, hanya comparative dan superlative menunjukkan tingkat.) Kita mengunakan comparative untuk membandingkan dua hal dan superlative untuk membandingkan three atau lebih hal. Perhatikan bahwa kata than sering menemani comparative dan kata the mendahului superlative. Akhiran -er dan -est membentuk kebanyakan comparatives dan superlatives, walaupun kita membutuhkan -ier dan -iest ketika adjective dengan dua syllable berakhiran dengan y (happier and happiest); Selain itu, kita mengunakan more dan most ketika adjective memiliki lebih dari satu syllable.

Tabel 21: Comparative and  Superlative Adjective ( CD 126)

Positive                   Comparative                          Superlative
Rich (kaya)              Richer (lebih kaya)                  Richest (terkaya)
Lovely (indah)          Lovelier (lebih indah)              Loveliest (terindah)
Beautiful (cantik)      More beautiful (lebih cantik)    most beautiful (paling cantik)

Adjectives tertentu memiliki bentuk tidak beraturan (irregular forms) pada tingkat comparative dan superlative:

Tabel 22: Irregular Comparative and Superlative Adjective

Good (baik)             Better (lebih baik)        Best (terbaik)
Bad (buruk)            Worse (lebih buruk)      Worst (terburuk)
Little (sedikit)          Less (kurang)               Least (paling sedikit)
Much (banyak)        More (lebih)                 most (terbanyak)
many (banyak)        More (lebih)                 most (terbanyak)
some (beberapa)     More (lebih)                 most (terbanyak)
Far (jauh)               Further (lebih jauh)        Furthest (terjauh)

Hati-hatilah membentuk comparatives or superlatives of adjectives yang sudah mengungkapkan perbandingan yang eksrim — unique, sebagai contoh — walaupun kebanyakkan adjective bisa dibuakan bentuk perbandingannya: something can be more perfect, and someone can have a fuller figure. People who argue that one woman cannot be more pregnant than another have never been nine-months pregnant with twins.
Grammar’s Response
“Complete” adalah salah satu dari adjectives yang tidak perlu comparative degrees. Walaupun demikian kita bisa berkata, “more nearly complete.”. Berikut daftar table adjective yang tidak memerlukan perbandingan.

Tabel 22: Adjective yang tidak memerlukan perbandingan
Absolute (pasti)            Impossible (tidak mungkin)                Principal (pokok)
Adequate (memadai)     Inevitable (tidak bisa dihindarkan)       Stationary (tak berubah)
Chief (utama)               Irrevocable (tidak dapat dibatalkan)    Sufficient (cukup)
Complete (lengkap)       Main (utama)                                  Unanimous (dengan suara bulat)
Devoid (tanpa)             Manifest (nyata)                               Unavoidable (tidak bisa dihindarkan)
Entire (seluruh)             Minor (minor)                                  Unbroken (tidak putus-putus)
Fatal (fatal)                  Paramount (tertinggi)                       Unique (unik)
Final (final)                   Perpetual (terus menerus)                Universal Universal)
Ideal (ideal)                  Preferable (lebih baik)                      whole (seluruh)

Hati-hati juga untuk tidak mengunakan more pada comparative adjective yang telah mengunakan -er dan mengunakan most pada superlative adjective yang telah mengunakan -est (e.g., do not write that something is more heavier or most heaviest).
Konstruksi as — as digunakan untuk menciptakan perbandingan yang mengungkapakan persamaan:
Contoh:
•    He is as smart as I am. Arti: Dia secerdas saya.
•    She is as dilligent as her mother. Arti: Dia sama rajin denga ibu nya.
Premodifiers dengan Degrees of Adjectives
Baik adverbs maupun adjectives dalam bentuk comparative dan superlative dapat ditemani oleh, kata-kata dan frase tunggal, yang intensify tingkat perbandingan.
Contoh:
•    We were a lot more careful this time. Arti: Kami jauh lebih hati-hati kali ini.
•    He works a lot less carefully than the other jeweler in town. Arti: Dia bekerja jauh lebih kurang hati-hati daripada ahli permata lainnya di kota.
•    We like his work so much better. Arti: Kami lebih suka sekali pekerjaannya
•    You’ll get your watch back all the faster. Anda akan mendapatkan jam anda lebih cepat.
Beberapa proses bisa digunakan untuk downplay tingkat perbandingan:
Contoh:
•    The weather this week has been somewhat better. Arti: Cuaca minggu ini telah menjadi sesuatu yang lebih baik.
•    He approaches his schoolwork a little less industriously than his brother does. Arti: Dia mendekati pekerjaan sekolahnya lebih sedikit secara industri dari pada saudara laki-lakinya lakukan.
Dan kadang-kadangserangkaian frase, biasanya informal noun phrase, digunakan untuk tujuan ini:
Contoh:
•    He arrived a whole lot sooner than we expected. Arti: Dia tiba lebih awal daripada yang kita harapkan.
•    That’s a heck of a lot better.Arti: Itu adalah sebuah omelan yang jauh lebih baik.
Jika intensifier very menemani superlative, determiner juga diperlukan:
Contoh:
•    She is wearing her very finest outfit for the interview. Arti: Dia memakai pakaiannya yang sangat terbaik untuk wawancara.
•    They’re doing the very best they can. Arti:  Mereka melakukan tang paling terbaik yang mereka bisa.
Kadang-kadang comparative atau superlative form yang muncul dengan determiner dan hal yang dijelaskan bisa dimengerti:
Contoh:
•    Of all the wines produced in Connecticut, I like this one the most. Arti: Dari semua anggur yang diproduksi di Connecticut, saya paling menyukai yang satu ini.
•    The quicker you finish this project, the better. Arti: Semakin cepat anda menyelesaikan proyek ini, semakin lebih baik.
•    Of the two brothers, he is by far the faster. Arti: Dari kedua saudara laki-laki, dia yang jauh lebih cepat.
Less V.S Fewer
Ketika membuat sebuah perbandingan antara quantities kita harus membuat sebuah pilihan antara kata fewer dan less. Pada umumnya, ketika kita berbicara mengenai hal – hal yang bisa dihitung, kita mengunakan kata fewer; ketika kita berbicara tentang quantitas yang bisa diukur tapi kita tidak bisa hitung kita mengunakan kata less.

Contoh:
“She had fewer chores, but she also had less energy.” Dia memiliki lebih sedikit pekerjaan, tapi dia pula yang memiliki lebih sedikit energi.
Walaupun demikian kita mengunakan less ketika mengaju kepada ungkapan statistic dan angka:
Contoh:
•    It’s less than twenty miles to Dallas. Arti: Ini lebih kurang 20 mil menuju Dallas.
•    He’s less than six feet tall.Arti: Dia lebih kurang dari 6 kaki tingginya.
•    Your essay should be a thousand words or less. Karangan anda seharusnya seribu kata atau lebih kurang.
•    We spent less than forty dollars on our trip. Arti: Kita berbelanja lebih kurang dari pada 40 dolar pada perjalanan ini.
•    The town spent less than four percent of its budget on snow removal. Kota itu membelanjakan lebih kurang dari 4% dari anggarannya untuk pengerukan salju.
Pada situasi ini, sangat memungkinkan untuk mempertimbangkan quantities sebagai jumlah ukuran yang bisa dihitung.
Taller than I / me?
Ketika membuat perbandingan dengan “than” apakah kita mengakhiri dengan subject form atau object form, “taller than I/she” atau “taller than me/her.” Jawaban yang benar adalah “taller than I/she.” Kita mencari subject form:

Contoh:
“He is taller than I am.” Arti: Dia lebih tinggi daripada saya.

(kecuali kita meninggalkan verb pada second clause, “am” or “is.”) Beberapa penulis yang baik, walaupun demikian, akan berdebatbahwa kata “than” seharusnya diizinkan untuk berfungsi sebagai kata depan (preposition). Jika kita bisa berkata

Contoh:
“He is tall like me/her,” Arti: Dia tinggi seperti saya.

dengan demikian (jika “than” bisa menjadi prepositional seperti like) kita seharusnya bisa berkata, “He is taller than me/her.” Ini merupakan argument yang menarik, tapi — for now, anyway — pada prosa akademik formal, gunakan subject form pada perbandingan semacam itu.
Kita juga ingin menjadi hati-hati dalam sebuah kalimat seperti
Contoh:
“I like him better than she/her.” ( Saya lebih menyukai dia (pria) daripada dia (wanita).
“she” kan bermakna bahwa anda lebih menyukai orang ini dari pada dia perempuan menyukai dia laki-laki.; “her” akan bermakna bahwa anda menyukai si lelaki lebih dibandingkan dari pada anda menyukai si perempuan.. (Untuk menghidari ambiguitas dan keterpelesatan pengunaan than, kita bisa menulis
Contoh:
“I like him better than she does”.” Arti: Saya lebih menyukai dia (pria) dari pada dia (wanita) menyukai.
atau “I like him better than I like her Arti: Saya menyukai dia (pria) lebih daripada saya menyukai dia (wanita)
Susunan Adjectives dalam sebuah Rangkaian
Kita berkata “little brown house” bukannya “brown little house” atau mengapa kita berkata “red Italian sports car” bukannya “Italian red sports car.”.
Ada beberapa kategori dalam menyusun rangkaian adjective pada table berikut ini:
I.    Determiners — artikel dan limiters yang lain.
II.    Observation — postdeterminers dan limiter adjectives (e.g., a real hero, a perfect idiot) dan adjectives yang menjurus kepada ukuran subjectif (e.g., beautiful, interesting)
III.    Size and Shape — adjectives yang menjurus pada ukuran objective (e.g., wealthy, large, round)
IV.    Age — adjectives yang berkaitan dengan usia (e.g., young, old, new, ancient)
V.    Color — adjectives yang bermakna warna (e.g., red, black, pale)
VI.    Origin — denominal adjectives yang bermakna asal  (e.g., French, American, Canadian)
VII.    Material — denominal adjectives yang bermakna terbuat dari (e.g., woolen, metallic, wooden)
VIII.    Qualifier — final limiter, sering dianggap sebagai bagian dari noun (e.g., rocking chair, hunting cabin, passenger car, book cover)

Ketika adjectives berada dalam kelompok yang sama mereka menjadi sesuatu yang disebuat coordinated adjectives, dan anda perlu meletakkan komadiantara mereka: the inexpensive, comfortable shoes. Aturan meletakkan koma antara dua adalah: jika anda bisa meletakkan conjunction — and atau but — antara dua adjectives, gunakanlah koma. Kita bisa berkata  these are “inexpensive but comfortable shoes,” jadi kita akan mengunakan comma antara mereka (tentunya ketika “but” tidak ada disana. Kita kita memiliki tiga coordinated adjectives, pisahkan mereka semua dengan koma. Jangan letakkan koma pada akhir akhir sebelum noun:
Contoh:
a popular, respected, and good looking student Arti: seorang pelajar yang terkenal, terhormat dan enak dilihat
Collective Adjectives
Apabila definite article, the, digabung dengan sebuah adjective yang mengambarkan kelas atau kelompok orang, frase ini bisa bertindak sebagai sebuah a noun: the poor, the rich, the oppressed, the homeless, the lonely, the unlettered, the unwashed, the gathered, the dear departed. Perbedaan antara Collective Noun (yang biasanya dianggap sebagai singular tapi juga bisa plural pada konteks tertentu) dengan collective adjective adalah bahwa collective adjectives selalu plural dan memerlukan plural verb:
Contoh: (CD 141)
•    The rural poor have been ignored by the media. Arti: Kaum miskin di daerah terpencil telah diabaikan oleh media.
•    The rich of Connecticut are responsible. Kaum berada Connecticut bertanggung jawab.
•    The elderly are beginning to demand their rights. Yang lebih tua mulai menuntut hak mereka.
•    The young at heart are always a joy to be around. Arti: Yang muda di hati selalu menjadi kegembiraan dalam aksi.

Adjectival Opposites
Lawan atau aspek negative bisa dibentuk dengan berbagai cara. Salas satunya adalah mencari adjective dengan makna yang berlawanan — an antonym. Lawan dari beautiful adalah ugly, lawan tall adalah short.. Cara lain untuk membentuk lawan dari adjective adalah dengan sejumlah awalan (prefixes). Lawan dari fortunate adalah unfortunate, lawan dari prudent adalah imprudent, lawan dari considerate adalah inconsiderate, lawan dari honorable adalah dishonorable, lawan dari alcoholic adalah nonalcoholic.
Cara ke tiga untuk membentuk lawan kata adjective adalah dengan mengabungkan dengan less atau least untuk menciptakan perbandingan yang menunjukkan lawan kata.
Contoh:
•    “This is the least beautiful city in the state.” Arti: Ini merupakan kota yang paling kurang indah di negara bagian ini.
•    A candidate for a job can still be worthy and yet be “less worthy of consideration” than another candidate. Arti:Seorang kandidat untuk sebuah pekerjaan masih bisa bernilai dan bahkan menjadi pertimbangan yang lebih kurang bernilai dari kandidat lainnya.
•    “He is less unlucky than his brother,” Arti: Dia lebih kurang tidak beruntung daripada saudara laki-lakinya.

Gunakanlah less ketika perbandingan antara dua hal atau orang; gunakanlah least ketika perbandingan diantara banyak hal atau orang.
Contoh:

•    My mother is less patient than my father. Arti: Ibu saya lebih kurang sabar daripada bapak saya.
•    Of all the new sitcoms, this is my least favorite show. Dari semua situasi komedi yang baru, ini adalah pertunjukan yang lebih kurang favorite saya.
Pertimbangan lain dari Adjective
Adjectives yang sebenarnya Participles, verb forms dengan akhiran -ing dan -ed , bisa menyulitkan kita;. a frightened child atau a frightening child: you are confused atau you are confusing? Biasanya, akhiran  -ed ending berarti bahwa noun memiliki hubungan passive dengan sesuatu — sesuatu (the lessons) telah membuat anda bingung jadi you are confused. Akhiran -ing bermakna bahwa noun memiliki peran aktif— anda menjelaskan sesuatu bertele-tele jadi you are confusing.
Modifiers berakhiran – ed sering ditemani oleh kata depan (prepositions):
Contoh:
•    We were amazed at all the circus animals. Arti: Kami takjub dengan semua hewan sirkus.
•    We were amused by the clowns. Arti: Kami terhibur oleh para badut.
•    We were annoyed by the elephants. Arti: Kami jengkel dengan gajah-gajah itu.
•    We were bored by the ringmaster. Kami bosan dengan ringmaster itu.
•    We were confused by the noise. Arti: Kami bingung oleh kebisingan itu.
•    We were disappointed by the motorcycle daredevils. Arti: Kami kecewa dengan pengendara motor yang kesetanan di jalan.
•    We were disappointed in their performance. Kami kecewa dengan penampilan mereka.
•    We were embarrassed by my brother. Arti: Kami malu pada saya.
•    We were exhausted from all the excitement. Arti: Kami lelah dari semua keasyikan itu.
•    We were excited by the lion-tamer. Arti: Kami bergairah oleh penjinak singa.
•    We were excited about the high-wire act, too. Arti: Kami juga bergairah pada aksi kawat tinggi.
•    We were frightened by the lions. Arti: Kami takut denga para singa.
•    We were introduced to the ringmaster. Arti: Kami diperkenalkan oleh pembawa acara.
•    We were interested in the tent. Arti: Kami tertarik dengan tenda itu.
•    We were irritated by the heat. Arti: Kami jengkel dengan panas.
•    We were opposed to leaving early. Arti: Kami menolak untuk meninggalkan tempat lebih awal.
•    We were satisfied with the circus. Arti: Kami puas dengan sirkus itu.
•    We were shocked at the level of noise under the big tent. Arti: Kami terkejut dengan tingkat kebisingan di bawah tenda besar itu.
•    We were surprised by the fans’ response. Arti: Kami terkejut dengan respon pengemar.
•    We were surprised at their shouts. Arti: Kami terkejut dengan teriakan mereka.
•    We were tired of all the lights after a while. Arti: Kami lelah denga semua lampu setelah sekian lama.
•    We were worried about the traffic leaving the parking lot. Arti: Kami kuatir tenang lalu lintas yang meninggalkan area parkir.
A- Adjectives
A- adjectives yang paling umum adalah ablaze, afloat, afraid, aghast, alert, alike, alive, alone, aloof, ashamed, asleep, averse, awake, aware. Adjectives ini muncul sebagai predicate adjectives (i.e., mereka muncul setelah linking verb).
Contoh:
•    The children were ashamed. Arti: Anak-anak malu.
•    The professor remained aloof.  Arti: Profesor tetap menjauh.
•    The trees were ablaze. Arti: Pohon-pohon terbakar.
Kadang-kadang anda akan menemukan a- adjectives sebelum kata yang mereka jelaskan: the alert patient, the aloof physician. Kebanyakan dari mereka menjelaskan diri mereka sendiri: the nearly awake student, the terribly alone scholar. Dan a- adjectives kadang-kadang dijelaskan oleh “very much”: very much afraid, very much alone, very much ashamed, etc.